Ternyata situs serupa Gunung Padang, Cianjur, dan Salaka Domas, Bogor, Jawa Barat terdapat pula di Banten. Situs tersebut bernama situs megalitikum Cibedug yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun. Situs ini terletak di Kampung Lebak Sibedug, Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Ada kemiripan antara situs Gunung Padang, Salaka Domas, dan …

Situs Punden Berundak Cibedug, Banten
Published :

Ternyata situs serupa Gunung Padang, Cianjur, dan Salaka Domas, Bogor, Jawa Barat terdapat pula di Banten. Situs tersebut bernama situs megalitikum Cibedug yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun.

Situs ini terletak di Kampung Lebak Sibedug, Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Ada kemiripan antara situs Gunung Padang, Salaka Domas, dan Punden Berundak Cibedug. Pada situs megalitikum Gunung Padang berupa punden berundak dengan lima teras, sedangkan Salaka Domas terdiri dari tiga teras, dan di Cibedug terdiri dari sembilan teras dengan susunan batu berbentuk lonjong seperti menhir. Ketiga situs ini berupa batu lonjong berupa menhir.

Penguasaan teknologi di situs Gunung Padang dan Salaka Domas lebih maju ketimbang Punden Berundak Cibedug  Cibedug. Di situs megalitikum Gunung Padang dan Salaka Domas hampir semuanya terdiri dari bebatuan persegi panjang dan nyaris presisi. Sementara itu di Cibedug bebatuannya berbentuk bulat panjang dan tidak beraturan.

Punden Berundak Cibedug Cibedug sangat tidak terawat dan jarang dikunjungi wisatawan mengingat lokasinya yang tidak mudah dijangkau dengan kendaraan dan harus berjalan kaki naik turun bukit.

Meskipun berada di wilayah Kecamatan Cibeber, namun rute menuju Cibedug ternyata lebih enak ditempuh melalui jalur Pandeglang – Rangkasbitung – Cipanas – Citorek – Cibedug, dibanding menempuh jalur Pandeglang – Bayah – Cibeber – Citorek – Cibedug.

Secara geografis situs ini terletak di lereng Pasir Manggu dengan luas areal sekitar 2 hektar. Situs ini memperlihatkan suatu kompleks bangunan yang terdiri atas 3 bagian halaman, dengan pembagian halaman yang semakin meninggi dari sisi sebelah timur ke barat.

Punden Berundak Cibedug
Punden Berundak Cibedug

Halaman pertama merupakan bagian sebelah timur dan merupakan bagian ruang yang paling rendah dibandingkan dengan halaman kedua dan ketiga. Halaman kedua terletak di bagian tengah, dan halaman ketiga yang merupakan bagian inti terletak di bagian paling barat dan merupakan bagian halaman yang paling tinggi.

Pintu masuk menuju kompleks bangunan ini terletak di sebelah barat, bersisian langsung dengan aliran Kali Cibedug. Tangga yang terbuat dari susunan batu andesit dan bongkahan batu lempung yang terdiri dari 33 anak tangga menjadi jalan masuk ke situs ini.

Menhir dengan ukuran besar dalam posisi tegak terdapat pada bagian tengah pintu masuk. Menhir ini adalah satu-satunya menhir terbesar dibandingkan dengan menhir yang lain yang terdapat di situs ini. Ukuran tinggi menhir ini adalah 236 sentimeter dengan diameter 336 sentimeter.

Situs Punden Berundak Cibedug Cibeduk merupakan perpaduan bentuk bangun batur-batur punden yang beberapa dilengkapi dengan menhir, batu datar, dan batu kursi dengan punden berundak sebagai bagian yang paling sakral.

Bahan-bahan yang digunakan untuk menyusun bangunan megalitik hampir semuanya menggunakan dua jenis batuan yaitu batu andesit dan tufa. Semua matrial ini berbentuk bongkahan. Kedua jenis bahan batuan itu terdapat pada aliran sungai yang berada tidak jauh dari situs.

Para peneliti berkesimpulan bahwa bahan untuk pendirian bangunan-bangunan megalitik yang banyak ditemukan di kawasan Lebak Cibeduk diperoleh dari bongkahan-bongkahan yang tersingkap di aliran-aliran sungai yang ada disekitar situs.

Masyarakat Dusun Cibedug Desa Citorek Kecamatan Cibeber sendiri mayoritas memeluk agama Islam. Meskipun begitu adat istiadat dari zaman Pra Islam masih nampak melalui pemujaan berkaitan dengan masalah bercocok tanam.

Masyarakat Dusun Cibedug menganggap situs tersebut sebagai suatu bangunan kuno peninggalan nenek moyang yang sangat dikramatkan, khususnya yang berkaitan dengan masalah kesuburan dalam bercocok tanam dan pelepasan nadar.

Sayangnya hingga saat ini belum ada penelitian mendalam atau catatan khusus tentang usia pasti situs Punden Berundak Cibedug ini.