Pada masa dahulu pasti tidak memiliki alat komunikasi seperti sekarang ini. Mereka memiliki alat-alat yang sangat sederhana untuk menyampaikan berita kepada orang yang diingininya. Alat- alat komunikasi itu sangat sederhana sekali baik bentuknya maupun daya jangkau yang dapat diberikan. Alat komunikasi Aceh di antaranya ialah “Tok-tok”, “Tambo”, “Lonceng” dan “Beureugu”. Oleh: Priscilla Agnes Februari 7, …

Alat Komunikasi Dan Informasi Tradisional Aceh
Published :

Pada masa dahulu pasti tidak memiliki alat komunikasi seperti sekarang ini. Mereka memiliki alat-alat yang sangat sederhana untuk menyampaikan berita kepada orang yang diingininya. Alat- alat komunikasi itu sangat sederhana sekali baik bentuknya maupun daya jangkau yang dapat diberikan. Alat komunikasi Aceh di antaranya ialah “Tok-tok”, “Tambo”, “Lonceng” dan “Beureugu”.

Oleh: Priscilla Agnes
Februari 7, 2013

Tok-tok

Alat Komunikasi Aceh "kentongan(tok-tok)". Foto dari id.wikipedia.org
Alat Komunikasi Aceh “kentongan(tok-tok)”. Foto dari id.wikipedia.org

Tok-tok adalah alat komunikasi yang terbuat dari kayu yang dilubangi bagian dalamnya. “Tok-tok” sering dipakai oleh rumah tangga yang sangat terpencil letaknya.

Maksudnya sebagai alat pemberitahuan kalau ada bahaya mengancam. Selain itu sering pula tok-tok dipakai sebagai alat panggilan kenduri. Tidak jarang pula dipakai pada pesantren guna memanggil para santri untuk mengikuti pengajian.

Tok-tok dalam bahasa Aceh adalah “Kentongan” dalam bahasa Jawa. Tok-tok di Aceh bukanlah benda ekonomis karena tidak pernah diperjual belikan. Keperluan Tok-tok dapat dengan membuat sendiri.

Tambo

Alat Komunikasi Aceh "tambo". Foto dari kuartil.blogspot.com
Alat Komunikasi Aceh “tambo”. Foto dari kuartil.blogspot.com

Tambo atau beduk dipakai di Meunasah-meunasah untuk memberitahukan kepada masyarakat sekampung tentang kematian, gotong royong dan sebagainya.

Sebagai pemberitahuan kematian cara membunyikan atau memukulnya mempunyai kode sendiri.

Selain itu beduk sering dipakai pula pada hari raya atau sebagai tanda berbuka puasa untuk kampung yang bersangkutan.

Kebutuhan sebuah tambo dibuat secara bersama-sama. Pada masa dahulu badan tambo dibuat dari pohon ijuk (aren) yang dilubangi. Tetapi pada masa sekarang untuk badan itu sering dipakai drum.

Lonceng

Alat Komunikasi Aceh "Lonceng Cakra Donya". Foto dari intanastina.wordpress.com
Alat Komunikasi Aceh “Lonceng Cakra Donya”. Foto dari intanastina.wordpress.com

Fungsi lonceng hampir sama dengan fungsi tambo. Hanya saja untuk pemberitahuan kematian tidak pernah dipakai lonceng.

Biasanya pemakaian lonceng kalau kampung baik geuchik atau Teungku meunasah akan mengadakan rapat.

Lonceng yang dipakai di Aceh tidak mempunyai bentuk khusus seperti lonceng gereja.

Sepotong besi yang kalau dipukul dapat mengeluarkan bunyi yang nyaring dapat saja dijadikan lonceng, baik itu besi balok rel kereta api, bekas besi plat, bahkan pada awal kemerdekaan terlihat banyak lonceng dari sisa bom peninggalan Jepang yang sudah tidak dipakai lagi.

Kebutuhan lonceng yang sedemikian itu tidaklah perlu dibeli. Dimana terlihat ada sisa potongan besi langsung diminta,yang mana pemilik biasanya tidak segan memberinya apalagi untuk kepentingan umum.

Beeureugu

Alat Komunikasi Aceh “beureugu”. Foto dari deterahu.blogspot.com

Beureugu berbentuk terompet dari tanduk kerbau. Beureugu sering dipakai sebagai alat komunikasi oleh perahu-perahu tradisional tempo dulu.

Ketika mereka sudah mendekati tempat berlabuh di dermaga nampak sepi lalu mereka meniup “Beureugu” sebagai tanda kedatangannya.

Fungsi dan Kegunaan

Alat komunikasi dan informasi bertujuan untuk memperlancar hubungan antara yang satu dengan lainnya. Kemudian meningkatkan kesadaran pengetahuan manusia terhadap lingkungan.

Alat komunikasi dan informasi berfungsi untuk dapat mengetahui segala perkembangan terutama tentang lingkungan. Juga perkembangan luar dan dalam negeri.

Di samping itu dengan adanya alat tersebut dengan sendirinya dapat mengetahui dengan cepat dan lancar apa yang terjadi, berguna untuk mengetahui segala macam perkembangan, baik di dalam maupun di luar negeri. Di samping itu juga dapat digunakan sebagai hiburan dalam kesepian dan rasa susah.

Project Inventarisasi bersama kebudayaanIndonesia.net